Pohon bidara (Ziziphus mauritiana) merupakan sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Tanaman ini dikenal pula dengan berbagai nama daerah seperti widara atau dipendekkan menjadi dara, bĕdara, ko, kok, kom, kon, bukol, bĕkul, rangga serta kalangga (wikipedia).
Pohon bidara ini memiliki duri-duri di batangnya dan daun berbentuk agak bulat atau lonjong seperti telur dengan lebar daun sekitar 1,5 - 5 cm.
Meskipun buahnya dapat dikonsumsi, namun yang sering dimanfaatkan dari pohon bidara ini adalah bagian daunnya, karena selain dapat dijadikan teh, daun bidara juga bisa mengobati berbagai macam penyakit seperti mempercepat proses penyembuhan luka gores dan bakar, menghilangkan jerawat, mencegah diabetes, obat dari gangguan jin dan sihir, untuk memandikan jenazah dan masih banyak lagi manfaat daun bidara yang lainnya.
Kami menjual benih / biji bidara arab sidr masih dalam cangkangnya.
untuk informasi pemesanan, stok dan harga biji bidara bisa langsung klik link dibawah ini : Bukalapak Tokopedia Shopee
Coco chip / cocochip adalah salah satu jenis media tanam, cocochip berasal dari serabut kelapa yang di potong dadu / kotak-kotak dengan ukuran sekitar sebesar jempol tangan sampai jempol kaki orang dewasa (ukuran berbeda-beda). Cocochip biasanya digunakan untuk media tanam bunga anggrek dan campuran untuk media tanam aglonema, anthurium dll.
Ada beberapa macam media tanam yang berasal dari sabut kelapa yaitu cocochip, cocopeat dan cocofiber. Perbedaan media tanam cocochip, cocopeat dan cocofiber bisa di cek pada postingan Perbedaan cocopeat, cocochip dan cocofiber.
Untuk pemesanan, informasi stok dan harga cocochip bisa langsung KLIK DISINI atau DISINI atau DISINI
Buah merah menyala, keriting dan lurus, tinggi tanaman 100 - 140 cm, panen mulai 95 - 100 hst, daya simpan lama. Produksi 0,8 - 1 kg/tanaman, kebutuhan benih 100-150 gr/ha.
Deskripsi :
Daun keriting bergelombang, kompak dan padat. Warna daun hijau segar agak terang, rasanya manis dan renyah. Umur genjah, dapat panen +- 45 hst. Toleran penyakit layu, soft rot dan black rot. produksi 10 ton per Ha. jumlah benih 2000-2500 per gram (isi 10 gram).
Daya tumbuh : 85%
Kemurnian : 99%
Berat bersih : 10 gram
Kadaluarsa : 04-2020
Ada banyak pupuk yang biasa digunakan untuk tanaman, mulai dari yang organik sampai yang kimia atau non organik, baik itu pupuk tunggal maupun pupuk majemuk.
Pada kesempatan kali ini Ayo Berkebun akan membahas tentang pupuk daun. Ada banyak pupuk khusus untuk daun, tapi kali ini akan kami bahas beberapa merek pupuk saja, dan pupuk ini juga merupakan pupuk majemuk NPK.
Perlu sobat ketahui (mungkin ada sobat yang belum tau) tentang perbedaan pupuk tunggal dan pupuk majemuk, pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu unsur hara saja, contoh pupuk tunggal yaitu N (Nitrogen), P (Phospat) dan K (Kalium).
Sedangkan pupuk majemuk adalah pupuk yang memiliki lebih dari satu unsur hara, contoh pupuk majemuk yaitu NP, PK, dan NPK.
Di dalam pupuk NPK ini terdapat persentase atau perbandingan kandungan unsur NPK tersebut. Mungkin sobat tidak asing dengan pupuk NPK 16-16-16 . Maksud dari 16-16-16 adalah pupuk tersebut mengandung unsur Nitrogen 16%, Phospat 16% dan Kalium 16%.
Lantas apa yang membedakan apakah pupuk itu untuk daun, untuk bunga, dan untuk buah?
Yang membedakan adalah kandungan unsur NPK nya. Sobat bisa coba lihat penjelasan dibawah ini :
N – nitrogen: membantu pertumbuhan vegetatif, terutama daun
P – fosfor: membantu pertumbuhan akar, tunas dan pembungaan
K – kalium: membantu pembungaan dan pembuahan
Nah dari keterangan diatas, jika sobat ingin menggunakan pupuk untuk daun pilih pupuk yang unsur N nya lebih tinggi, contoh pupuk untuk daun ada growmore 32-10-10.
Jika sobat ingin menggunakan pupuk untuk akar, tunas dan merangsang pembungaan, soba bisa menggunakan pupuk dengan unsur P yang lebih tinggi. Contoh pupuk growmore 10-55-10.
Kembali lagi ke pokok bahasan yaitu pupuk untuk daun, disini saya akan membahas 3 merek pupuk yaitu pupuk dekastar, pupuk gandasil dan pupuk growmore yang dikhususkan untuk pertumbuhan daun. Untuk penjelasan dari ketiga jenis pupuk tersebut sobat bisa lihat lebih detilnya dibawah ini :
Pupuk gandasil daun atau pupuk gandasil D adalah pupuk daun lengkap yang dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman
Cara Penggunaan Pupuk Gandasil Daun :
Untuk memperoleh hasil yang memuaskan, gunakan gandasil Daun pada tingkat permulaan pertumbuhan tanaman dengan melarutkan 10-30 gram gandasil D dalam 10 liter air dan disemprotkan setiap 8-10 hari sekali tergantung pada keadaan setempat
Gandasil Daun dapat dicampur dengan berbagai jenis pestisida, kecuali yang bersifat alkalis.
Dilengkapi dengan unsur-unsur Mangan (Mn), Boron (B), Tembaga (Cu), Kobal (Co) dan Seng (Zn), serta vitamin-vitamin untuk pertumbuhan tanaman seperti : Aneurine, Lactoflavine, dan Nicotinic acid amide.
Pupuk gandasil daun berbentuk serbuk, berwarna hijau dan sangat mudah larut dalam air.
Pupuk growmore adalah pupuk daun lengkap dalam bentuk kristal berwarna biru, sangat mudah larut dalam air. Dapat diserap dengan mudah oleh tanaman baik itu melalui penyemprotan daun maupun disiram kedalam tanah.
Pupuk Grow more 32-10-10 (growmore daun)
Formula ini sangat baik untuk merangsang perakaran pada pembibitan, stek (cutting) atau waktu pemindahan bibit ke lapangan.
Pada fase generatif tanaman membutuhkan unsur baru Phospahat (P), unsur hara ini dibutuhkan tanaman pada saat asimilasi, mempercepat proses pembungaan, serta pemasakan buah.
Petunjuk penggunaan : Larutkan 1-2 gram dalam 1 liter air. Semprotkan pada seluruh bagian tanaman terutama daunnya.
Semprotlah pada pagi hari atau sore hari, lakukan secara teratur dengan selang 5-10 hari menurut keperluannya.
Dosis dapat dipertinggi jika terlihat gejala defisiensi atau kemarau panjang.
Haloo sobat Ayo Berkebun semuanya!! Kali ini Ayo-berkebun akan membahas tentang perbedaan pupuk growmore 32 10 10 - 10 55 10 - 20 20 20 dan 6 30 30. Banyak sekali yang menanyakan sebenarnya apa perbedaan dari masing- masing pupuk grow more tersebut?.
Pupuk growmore merupakan salah satu pupuk majemuk (pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara) dengan kandungan dasar pupuk NPK (N (Nitrogen), P (Phospat) dan K (Kalium)). Pupuk growmore ini dibedakan menjadi beberapa macam berdasarkan kandungan NPK nya, dan juga fungsi atau kegunaannya tentunya.
Beberapa jenis pupuk growmore yang banyak dijumpai di pasaran adalah pupuk growmore 20-20-20 (growmore seimbang), pupuk growmore 32-10-10 (growmore daun), pupuk growmore 10-55-10 (growmore bunga) dan pupuk growmore 6-30-30 (growmore buah).
Perbedaan dari keempat macam pupuk grow more tersebut adalah kandungan NPK dan fungsinya.
Untuk pupuk growmore 32-10-10 itu berarti memiliki kandungan Nitrogen 32%, Phospat 10% dan Kalium 10%. Begitu juga dengan pupuk growmore yang lain, angka yang tertera merupakan kadar kandungan NPK nya.
Lalu apa fungsi atau kegunaan dari masing-masing pupuk growmore tersebut? Sobat bisa coba lihat penjelasan dibawah ini, yaitu fungsi dari pupuk NPK :
N – nitrogen: membantu pertumbuhan vegetatif, terutama daun
P – fosfor: membantu pertumbuhan akar, tunas dan pembungaan
K – kalium: membantu pembungaan dan pembuahan
Jadi jika sobat membutuhkan pupuk untuk membantu pertumbuhan akar, tunas dan pembungaan, sobat bisa memilih pupuk growmore yang unsur P nya lebih tinggi yaitu growmore 10-55-10. Sedangkan jika sobat membutuhkan pupuk untuk pertumbuhan vegetatif terutama daun bisa menggunakan pupuk growmore yang unsur N nya lebih tinggi yaitu pupuk grow more 32-10-10.
Dan jika sobat membutuhkan pupuk untuk membantu pembungaan dan pembuahan bisa menggunakan pupuk dengan unsur P dan K nya lebih tinggi, yaitu growmore 6-30-30.
Untuk lebih jelas mengenai kandungan serta fungsi dari masing-masing pupuk growmore tersebut, sobat bisa langsung lihat detilnya dibawah ini :
Growmore daun 32-10-10
Formula ini terutama untuk tanaman muda hingga dewasa, pada saat vegetatif tanaman membutuhkan nitrogen (N) dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan pada fase tersebut pembentukan sel-sel baru untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman secara umum, juga diperlukan bagi tanaman yang saat-saat akhir kurang memerlukan unsur Phosphat dan Kalium yang tinggi.
Petunjuk penggunaan : Larutkan 1-2 gram dalam 1 liter air. Semprotkan pada seluruh bagian tanaman terutama daunnya.
Semprotlah pada pagi hari atau sore hari, lakukan secara teratur dengan selang 5-10 hari menurut keperluannya.
Dosis dapat dipertinggi jika terlihat gejala defisiensi atau kemarau panjang.
Formula ini digunakan pada saat tanaman memasuki fase generatif (pembungaan dan pengisian buah). Pada fase Generatif tanaman membutuhkan unsur hara Phosphat (P), Kalium (K) sebagai bahan dasar protein (ATP) dan (ADP) membantu asimilasi dan respirasi, memperkuat jaringan tanaman.
Petunjuk penggunaan :
Larutkan 1-2 gram dalam 1 liter air. Semprotkan pada seluruh bagian tanaman terutama daunnya.
Semprotlah pada pagi hari atau sore hari, lakukan secara teratur dengan selang 5-10 hari menurut keperluannya.
Dosis dapat dipertinggi jika terlihat gejala defisiensi atau kemarau panjang.
Dianjurkan dipakai pada tanaman:
- padi, palawija (jagung, kedelai, kacang-kacangan)
- tembakau, teh, kopi, coklat, lada, apel, jeruk, mangga, sawit
- sayuran (tomat, kubis, kentang, cabe, bawang merah, semangka, melon)
- pembibitan tanaman perkebunanm kehutanan dan kultur jaring
- nursery, green house, landscape, hydroponik, golf
- tanaman hias, bunga potong, anggrek
- seaweed (Pemupuan budidaya rumput laut)
Kadar Unsur Hara :
Total Nitrogen (N) .............. 6.00%
2.95 %.......... Ammoniacal Nitrogen
3.05 %.......... Nitrate Nitrogen
Available Phosphate (P2O5) ........ 30.00%
Sholuble Photash (K2O) .............. 30.00%
Calcium (Ca)............................... 0.05%
Magnesium (Mg) ........................ 0.10%
Sulfur (S) combined .................... 0.20%
Boron (B) .................................. 0.02%
Copper (Cu) ............................... 0.05%
Iron (Fe) .................................... 0.10%
Manganase (Mn) ......................... 0.05%
Molybdenum (Mo) .................... 0.0005%
Zinc (Zn) ................................... 0.05%
Inert Ingredient ........................... 33.00%
Total 100.00%
Formula ini memberikan jaminan pemberian unsur-unsur Nitrogen, Phosphat dan Kalium yang seimbang terhadap tanaman. Dapat digunakan sepanjang tahun, mulai saat tanaman muda (seedling) sampai akhir musim baik tanaman semusim maupun tanaman tahunan, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.
Petunjuk penggunaan :
Larutkan 1-2 gram dalam 1 liter air. Semprotkan pada seluruh bagian tanaman terutama daunnya.
Semprotlah pada pagi hari atau sore hari, lakukan secara teratur dengan selang 5-10 hari menurut keperluannya.
Dosis dapat dipertinggi jika terlihat gejala defisiensi atau kemarau panjang.
Formula ini sangat baik untuk merangsang perakaran pada pembibitan, stek (cutting) atau waktu pemindahan bibitan ke lapangan. Pada fase generatif tanaman membutuhkan unsur baru Phosphat (P), unsur hara ini dibutuhkan tanaman pada saat asimilasi, mempercepat proses pembungaan, serta pemasakan buah.
Cara penggunaan pupuk Growmore :
Larutkan 1 - 2 gram dalam 1 liter air, semprotkan pada seluruh bagian tanaman terutama daunnya.
Semprotlah pada pagi hari atau sore hari, lakukan secara teratur dengan selang 5 - 10 hari menurut keperluannya.
Dosis dapat dipertinggi jika terlihat gejala defisiensi atau kemarau panjang
Pada postingan kali ini Ayo-berkebun akan membahas tentang perbedaan cocopeat, cocohip dan cocofiber. Mungkin diantara sobat ada yang sudah paham betul tentang ketiga benda tersebut, tapi juga pasti ada sobat yang belum paham tentang ketiga benda tersebut. Coco chip, coco fiber dan cocopeat dalam dunia perkebunan biasa digunakan sebagai media tanam, selain digunakan sebagai media tanam, cocopeat, cocofiber dan cocochip juga sering digunakan sebagai bedding atau alas untuk kandang hewan peliharaan seperti reptile, laba-laba dan sebagainya.
NPK : 16 - 5 - 5 + (35Na20+0,2B)
bahan dasar : Chilie Nitrate - (Nitrat Alam Import) adalah pupuk unggulan bersifat netral, yang jauh lebih cepat diserap oleh akar dibandingkan NPK biasa. Bersifat merangsang pertumbuhan tunas daun, hingga tanaman tumbuh lebih subur dari biasanya.
Dosis Aplikasi : (Gunakan sesuai aturan pakai)
Larutkan 1 sendok teh dengan 2 liter air, semprotkan disekitar akar atau ditabur pada media sekitar tanaman, untuk tanaman muda (tidak pada tahap bibitan). Pada tanaman yang lebih besar, berikan 2-3 sendok teh dengan pemberlakuan yang sama, setiap 2 s/d 3 minggu sekali.
kemasan 500 gram
Jual pupuk daun murah KLIK DISINI atau DISINI atau DISINI