Sabtu, 09 Juli 2022

Tips Merawat Platycerium Untuk Pemula

cara merawat platycerium

Tips Merawat Platycerium Untuk Pemula

Tanaman platycerium atau orang indonesia banyak juga yang menyebutnya tanaman tanduk rusa, simbar menjangan, dan masih banyak nama lokal lainnya. Pada postingan kali ini kami akan membagikan sedikit tips bagaimana cara merawat tanaman platycerium ini. Bagi sobat yang baru mulai menanam atau baru ingin menanam tanaman platycerium mungkin tips ini bisa sedikit bermanfaat. Langsung saja sobat simak tips menanam platycerium dibawah ini :


Media tanam platycerium

Dihabitat aslinya tanaman platycerium biasa tumbuh menempel di tanaman lain, terutama tanaman yang memiliki kayu keras. Jadi tanaman platycerium ini termasuk tanaman epifit (tumbuhan yang tumbuh dengan cara menumpang pada tumbuhan lain sebagai tempat hidupnya).

Jika sobat ingin mengikuti seperti kondisi dialamnya sobat bisa menanam platycerium ini dipohon lain dengan cara diikat terlebih dahulu, jika platycerium sudah menempel, tali yang mengikat bisa sobat lepas. Pilih pohon yang memiliki umur panjang, tidak mudah lapuk, terutapa pohon berkayu keras.

Selain ditempel langsung ke pohon, sobat juga bisa menggunakan media papan pakis, papan kayu, batang kayu keras untuk menempelkan platycerium (diikat terlebih dahulu), jangan lupa berikan pengait untuk mengaitkan tanaman platycerium, sobat bisa meletakannya didinding ataupun digantung.

Baca juga :

Tips merawat anthurium untuk pemula

Cara budidaya anthurium

Tips merawat monstera


Penempatan platycerium

Platycerium merupakan tanaman yang tidak kuat terhadap panas, jadi sobat bisa menempatkan tanaman platycerium ditempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari langsung, sobat bisa meletakannya dibawah naungan paranet ataupun dibawah pohon, sobat juga bisa menempatkannya diteras rumah yang teduh, tapi tetap membutuhkan sinar matahari. Selain itu sirkulasi udara juga harus bagus supaya platycerium bisa tumbuh maksimal.

Jika platycerium diletakkan ditempat yang panas biasanya daunnya akan layu bahkan terbakar  gosong.


Penyiraman platycerium

Platycerium membutuhkan air yang lumayan banyak, Salah satu tanda platycerium kekurangan air adalah daunnya yang layu / lemas dan tidak segar. Sobat bisa menyiramnya setiap hari apalagi jika tidak terkena hujan dan juga media tanam yang tidak terlalu menyimpan air, jika sobat menempelkan platycerium dipohon dan sudah benar-benar menempel penyiraman bisa dikurangi.

Penyiraman platycerium bukan hanya pada daunnya saja tapi yang terpenting adalah pada bagian shield /  kepalanya / tempat keluarnya daun terutama bagian belakangnya.


Pemupukan platycerium

Dihabitat aslinya platycerium tidak ada yang memberi pupuk, tapi jika sobat ingin memberikan pupuk untuk platycerium supaya pertumbuhannya lebih cepat dan maksimal sobat bisa menggunakan pupuk NPK yang disemprot, sobat bisa menggunakan pupuk dengan kandungan NPK yang seimbang misalnya pupuk growmore 20-20-20. Selain itu sobat juga bisa menggunakan pupuk organik cair yang banyak dijual dipasaran. Gunakan pupuk sesuai dengan dosis dan interval sesuai yang dianjurkan pada kemasan pupuk.

Selain itu sobat juga bisa menggunakan sampah organik sebagai pupuk, misalnya bekas kulit pisang, bekas kulit pisa bisa sobat letakan dibagian belakang shieldnya, nantinya platycerium akan menyerap nutrisi dari kulit pisang tersebut yang lama-lama akan terurai.


Perbanyakan platycerium 

Memperbanyak platycerium bisa dilakukan dengan dua cara secara alami, yaitu dengan pemisahan anakan dan juga dari spora. Platycerium yang sudah dewasa nantinya akan menghasilkan anakan dan juga spora, anakan ini jika sudah agak besar bisa kita pisahkan dengan cara dipotong kemudian ditanam ke tempat lain.

Spora platycerium jika sudah masak berwarna kecoklatan, bentuknya seperti cocopeat, sangat ringan dan mudah tertiup angin. Spora yang tertiup angin dan menempel ditempat yang cocok biasanya akan tumbuh. Sobat juga bisa menanam spora tersebut ke media tanam seperti peat moss atau cocopeat.

Untuk menanam spora platycerium bisa dibilang lumayan sulit, selain itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Setelah semai spora 6 bulan saja platycerium baru seukuran lumut, itupun jika berhasil.

Untuk lebih jelas tentang cara merawat platycerium sobat bisa langsung menonton video dibawah ini :


Penanganan Hama pada platycerium
Tanaman platycerium termasuk tanaman yang jarang bermasalah dengan hama, asalkan perawatannya tepat. Tapi biasanya hama yang menyerang platycerium adalah kutu puting dan jamur / fungi.
Untuk membasmi hama pada platycerium tersebut sobat bisa menggunakan insektisida untuk kutu putih dan fungisida untuk membasmi jamur pada tanaman. Insektisida yang bisa ssbat gunakan misalnya merek curacron, decis dll, sedangkan fungisida merek antracol, dithane dll.

Nah itu dia sedikit tips tentang cara perawatan platycerium , semoga bisa bermanfaat untuk sobat semuanya. Jika ada diantara sobat yang ingin menambahkan bisa langsung tulis dikolom komentar ya.

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar